WELCOME

GOOD LIVE, GOOD FUTURE

Kamis, 12 September 2013

HERBARIUM


 Teknik Pembuatan herbarium

DEFENISI DAN FUNGSI HERBARIUM
            Herbarium berasal dari kata “hortus dan botanicus”, artinya kebun botani yang dikeringkan.
            Secara sederhana yang dimaksud herbarium adalah koleksi spesimen yang telah dikeringkan, biasanya disusun berdasarkan sistim klasifikasi. Fungsi herbarium secara umum antara lain:
Í    Sebagai pusat referensi; merupakan sumber utama untuk identifikasi tumbuhan bagi para ahli taksonomi, ekologi, petugas yang menangani jenis tumbuhan langka, pecinta alam, para petugas yang bergerak dalam konservasi alam.
Í    Sebagai lembaga dokumentasi® merupakan koleksi yang mempunyai nilai sejarah, seperti tipe dari taksa baru, contoh penemuan baru, tumbuhan yang mempunyai nilai ekonomi dan lain-lain.
Í    Sebagai pusat penyimpanan data ® ahli kimia memanfaatkannya untuk mempelajari alkaloid, ahli farmasi menggunakan untuk mencari bahan ramuan untuk obat kanker, dan sebagainya.
CARA MENGKOLEKSI TUMBUHAN
Persiapan koleksi yang baik di lapangan merupakan aspek penting dalam praktek pembuatan  herbarium. Spesimen herbarium yang baik harus memberikan informasi terbaik mengenai tumbuhan tersebut kepada para peneliti. Dengan kata lain, suatu koleksi tumbuhan harus mempunyai seluruh bagian tumbuhan dan harus ada keterangan yang memberikan seluruh informasi yang tidak nampak pada spesimen herbarium. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengkoleksi tumbuhan antara lain:
a. Perlengkapan
            Beberapa perlengkapan yang diperlukan untuk mengkoleksi tumbuhan di lapangan antara lain: gunting tanaman, buku catatan, label, pensil, lensa tangan, Koran bekas, penekan/penghimpit, tali pengikat, vasculum, kantong plastik, alkohol, kantong kertas (untuk cryptogamae, buah dan biji), peta, kamera dan sebagainya.
b. Apa yang dikoleksi:
  1. Tumbuhan kecil harus dikoleksi seluruh organnya
  2. Tumbuhan besar atau pohon, dikoleksi sebagian cabangnya dengan panjang 30-40 cm yang mempunyai organ lengkap: daun (minimal punya 3 daun untuk melihat phylotaksis), bunga dan buah, diambil dari satu tumbuhan. Untuk pohon yang sangat tinggi, pengambilan organ generatifnya bisa dilakukan dengan galah, ketapel atau menggunakan hewan, misalnya beruk.
  3. Untuk pohon atau perdu kadang-kadang penting untuk mengkoleksi kuncup (daun baru) karena kadang-kadang stipulanya mudah gugur dan brakhtea sering ditemukan hanya pada bagian-bagian yang muda.
  4. Tumbuhan herba dikoleksi seluruh organnya kecuali untuk herba besar seperti Araceae.
  5. Koleksi tumbuhan hidup; dianjurkan untuk ditanam di kebun botani dan rumah kaca. Contoh:
Ø      Epifit, anggrek® akarnya dibungkus dengan lumut, akar-akar paku, serat kelapa
Ø      Biji-biji tumbuhan air disimpan dalam air
Ø      Biji-biji kapsul kering jangan diambil dari kapsulnya.
c. Catatan lapangan
      Catatan lapangan segera dibuat setelah mengkoleksi tumbuhan, berisi keterangan-keterangan tentang ciri-ciri tumbuhan tersebut yang tidak terlihat setelah spesimen kering. Beberapa keterangan yang harus dicantumkan antara lain: lokasi, habitat, habit, warna (bunga, buah), bau, eksudat, pollinator (kalau ada), pemanfaatan secara lokal, nama daerah dan sebagainya.
d. Pengeringan spesimen
            Setelah dilabel (etiket gantung) koleksi dimasukkan ke dalam lipatan kertas koran ® dimasukkan ke kantong plastik ® disiram dengan alkohol 70 % hingga basah® dikeringkan. Pengeringan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu: panas matahari, menggunakan kayu bakar, arang dan dengan listrik.
e. Proses pengeringan:
n      5-10 spesimen diapit dengan penekan atau sasak ukuran 45 x 35 cm. Untuk specimen yang banyak, bisa digunakan karton atau aluminium berombak/beralur untuk mengapit specimen sehingga tidak perlu mengganti-ganti kertas Koran, diletakkan vertikal.
n      Buah-buah besar dipisah, dimasukkan ke dalam kantong, beri label dan keringkan terpisah.
n      Tumbuhan yang sangat lunak dimasukkan ke dalam air mendidih beberapa menit untuk membunuh jaringan dan mempercepat pengeringan.
n      Dibalik-balik secara teratur, kertas diganti beberapa kali terutama hari pertama, kalau specimen sudah kaku lebih ditekan lagi1,5-2 hari specimen akan kering
f. Pembuatan herbarium
1. Mounting
n      Spesimen yang sudah kering dijahit atau dilem di atas kertas karton
n      Gunakan kertas yang kuat atau tidak cepat rusak dan kaku, ukuran 29 x 43 cm
n      Untuk tumbuhan Palmae atau tumbuhan lain yang organnya besar, 1 spesimen dimounting pada beberapa lembar kertas.
n      SPERMATOPHYTA
n      Klasifikasi Spermatophyta menurut Keng (1978):
n      Divisi Spermatophyta dibagi menjadi dua sub divisi®  Gymnospermae dan Angiospermae.
n      I. Subdivisi Gymnospermae
n                  Beberapa jenisnya sudah punah. Jenis-jenis yang masih hidup termasuk ke dalam beberapa ordo yaitu:
n                  Ó Ordo Cycadales
n                  Ö Cycadaceae
n                  Ciri khas: perawakan seperti palmae, daun besar, pinnatus; strobili uniseksual, letaknya terminal atau pada kerumunan daun; biji besar seperti drupa. Masih mirip dengan tumbuhan paku, terutama daun mudanya.
n                  Beberapa contoh jenisnya: Cycas rumphii, C. siamensis (asli di Malaya), beberapa genera yang lain: Macrozamia, Zamia, Encephalartos.
n                  Ó Ordo Coniferales
n                  Ö Podocarpaceae
n                  Perdu atau pohon. Daun tersebar atau tersusun spiral, bentuknya bervariasi dari bentuk sisik, bentuk jarum hingga lanset. Strobilus uniseksual, dioesius, terdapat pada bagian atas ketiak daun. Strobilus jantan terdiri dari banyak mikrosporofil yang tersusun secara spiral, masing-masing berisi sepasang mikrosporangia, mikrospora bersayap. Strobili betina berisi ovul tunggal (atau jarang terdiri dari beberapa ovul). Contoh jenis: Podocarpus polystachyus, Dacrydium elatum, Phyllocladus hypophyllus.
2. Labeling
n      Label yang berisi keterangan-keterangan tentang tumbuhan tersebut diletakkan di sudut kiri bawah atau sudut kanan bawah
n      Spesimen dipisahkan sesuai dengan kelompoknya kemudian diidentifikasi
n      Dianjurkan membuat lembar label kosong untuk kemungkinan perubahan nama.
3. Pengasapan dan peracunan (Fumigasi)
n      Sebelum memasukkan spesimen ke herbarium terlebih dahulu harus diasap dengan carbon bisulfida dalam ruangan tertentu. Metode lain dapat dilakukan dengan menambahkan kristal paradiklorobenzen. Umumnya herbarium-herbarium melakukan fumigasi dengan interval 1, 2, 3 tahun.
n      Umumnya spesimen disusun ke dalam kotak atau lemari khusus berdasarkan alphabet
n      SPERMATOPHYTA
n      Klasifikasi Spermatophyta menurut Keng (1978):
n      Divisi Spermatophyta dibagi menjadi dua sub divisi®  Gymnospermae dan Angiospermae.
n      I. Subdivisi Gymnospermae
n                  Beberapa jenisnya sudah punah. Jenis-jenis yang masih hidup termasuk ke dalam beberapa ordo yaitu:
n                  Ó Ordo Cycadales
n                  Ö Cycadaceae
n                  Ciri khas: perawakan seperti palmae, daun besar, pinnatus; strobili uniseksual, letaknya terminal atau pada kerumunan daun; biji besar seperti drupa. Masih mirip dengan tumbuhan paku, terutama daun mudanya.
n                  Beberapa contoh jenisnya: Cycas rumphii, C. siamensis (asli di Malaya), beberapa genera yang lain: Macrozamia, Zamia, Encephalartos.
n                  Ó Ordo Coniferales
n                  Ö Podocarpaceae
n                  Perdu atau pohon. Daun tersebar atau tersusun spiral, bentuknya bervariasi dari bentuk sisik, bentuk jarum hingga lanset. Strobilus uniseksual, dioesius, terdapat pada bagian atas ketiak daun. Strobilus jantan terdiri dari banyak mikrosporofil yang tersusun secara spiral, masing-masing berisi sepasang mikrosporangia, mikrospora bersayap. Strobili betina berisi ovul tunggal (atau jarang terdiri dari beberapa ovul). Contoh jenis: Podocarpus polystachyus, Dacrydium elatum, Phyllocladus hy
Ö Araucariaceae
n      Berupa pohon yang selalu hijau. Daun tersusun spiral atau pada dua alur, bentuknya liniar atau ovatus. Strobilus jantan besar, terdiri dari banyak mikrosporofil yang tersusun secara spiral, masing-masing berisi 4 - 9 mikrosporangia. Strobilus betina menghasilkan ovul tunggal. Terdiri dari dua genera yaitu: Araucaria dan Agathis. Beberapa jenis Araucaria seperti A. bidwillii, A. excelsa sudah dibudidayakan. Agathis alba (dikenal dengan minyak damar) merupakan jenis asli di Malaya. 
Ö Pinaceae
n      Berupa pohon, jarang perdu. Daun tunggal, bentuk lilier hingga bentuk jarum, tersebar, dua alur atau dalam bundle. Stobili uniseksual dan sering monoesius. Strobilus jantan terdiri dari banyak miksporofil yang tersusun spiral dan masing-masing berisi sepasang mikrosporangia. Strobilus betina  tersusun spiral dengan sejumlah ovuliferus bentuk sisik, masing-masing berisi ovul bentuk anatropus. Terdiri dari 9 genera, contoh jenisnya: Pinus merkusii (dari Sumatera), P. insularis (dari Filipina).
n      Ó Ordo Gnetales
n      Ö Gnetaceae
n                  Merupakan tumbuhan memanjat dan berkayu, beberapa jenis berupa pohon tegak. Daun tunggal berhadapan, pertulangan reticulatus. Strobili uniseksual atau biseksual tidak sempurna. Strobilus jantan berbentuk memanjang, articulatus, terdapat pada ketiak daun (penampakannya seperti bunga jantan). Strobilus betina juga berbentuk memanjang, articulatus, terdapat pada ketiak daun (penampakannya seperti bunga betina). Hanya terdiri dari satu genus (monogenerik), terdapat 10 jenis di Malaya. Jenis yang umum dan sudah dibudidayakan adalah Gnetum gnemon (melinjo).
n      Subdivisi Angiospermae
n                  Subdivisi ini dibagi ke dalam 2 kelas yaitu; kelas Dikotiledoneae dan kelas Monokotiledoneae.



n      Dikotiledoneae                              B.    Monokotiledoneae.
n            1. Subkelas Magnoliideae                    1. Subkelas Arecidae
n            2. Subkelas Dilleniideae                       2. Subkelas Commelinidae
n            3. Subkelas Rosaideae                         3. Subkelas Zingiberidae
n            4. Subkelas Asteridae                           4. Subkelas Liliidae
n                                                                          5. Subkelas Alismatidae 





Senin, 09 September 2013

DLINGO



Botani
Sinonim
:
Acorus terreestris Spreng.

Klasifikasi
Divisi
:
Spermatophyta
Sub Divisi
:
Angiospermae
Kelas
:
Monocotyledoneae
Bangsa
:
Arales
Suku
:
Araceae
Marga
:
Acorus
Jenis
:
Acorus calamus L.

Nama
Umum/Dagang
:
Dlingo.
Sumatera
:
Jeurunger (Aceh), Jerango (Gayo), Jerango (Batak), Jarianggu (Minangkabau).
Jawa
:
Daringo (Sunda), Dlingo (Jawa Tengah), Jharango (Madura).
Bali
:
Jangu.
Nusa Tenggara
:
Kaliraga (Flores), Jeringo (Sasak).
Kalimantan
:
Jari angau.
Sulawesi
:
Kareango (Makasar), Kalamunga (Minahasa), Areango (Bugis).
Maluku
:
Ai wahu (Ambon), Bila (Buru).


Deskripsi
Habitus
:
Herba, tahunan, tinggi ± 75 cm.
Batang
:
Basah, pendek, membentuk rimpang, putih kotor.
Daun
:
Tunggal, bentuk lanset, ujung runcing, tepi rata, pangkal memeluk batang, panjang ± 60 cm, lebar ± 5 cm, pertulangan sejajar, hijau.
Bunga
:
Majemuk, bentuk bongkol, ujung meruncing, panjang 20 – 25 cm, di ketiak daun, tangkai sari panjang ± 2¾ mm, kepala sari panjang ± 2¾ mm, kepala sari panjang ± ½ mm, putik 1 – 1½ mm, kepala putik meruncing, panjang ± ½ mm, mahkota bulat panjang, panjang 1 – 1½ mm, putih.
Akar
:
Serabut, coklat.

Khasiat
Rimpang Acorus calamus berkhasiat sebagai obat penenang, obat lambung, dan obat limfa, di samping itu merupakan bahan baku kosmetika.
Obat penenang : dipakai ± 3 gram rimpang Acorus calamus, dicuci dan dipotong kecil-kecil kemudian direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Hasil rebusan diminum sehari dua kali ½ gelas pagi dan sore.

Kandungan Kimia
Rimpang dan daun Acorus calamus mengandung saponin dan flavonoida, di samping rimpangnya mengandung minyak atsiri.

Sabtu, 07 September 2013

BIOGRAPHY SKANDAR KEYNES


Skandar Keynes pada saat premiere The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader di Odeon Leicester Square di London.
Lahir Alexander Amin Casper Keynes[1]
5 September 1991 (umur 21)
Bendera Britania Raya London
Pekerjaan Aktor
Tahun aktif 2001-2010
Situs web
www.skandar-keynes.com

Skandar Keynes (lahir Alexander Amin Casper Keynes)[1][2] (lahir di London, Inggris, 5 September 1991; umur 21 tahun) adalah seorang aktor dari Britania Raya. Perannya yang paling dikenal adalah sebagai Edmund Pevensie dalam serial film The Chronicles of Narnia. Keynes sudah tampil dalam dua film pertama dalam seri ini, yaitu The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe dan The Chronicles of Narnia: Prince Caspian, dan ia berperan juga dalam The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader, yang dirilis pada tahun 2010.[3]

Kehidupan pribadi

Keynes lahir di London. Ia merupakan putra dari Zelfa Cecil Hourani dan penulis Randal Keynes. Ia memiliki seorang kakak yang bernama Soumaya Keynes (lahir 1989).
Keynes menyatakan bahwa ia adalah seorang atheis.[4][5]
Keynes saat ini tinggal di Highbury, London. Ia belajar Tae Kwon Do dan memainkan cornet, cello, tuba, seruling, dan gitar.

Karier 

Skandar Keynes berperan sebagai Edmund Pevensie dalam film Prince Caspian
Skandar Keynes berperan sebagai Ferrari muda dalam film Ferrari.
Ia mengikuti audisi (berhasil) untuk film The Lion, the Witch and the Wardrobe pada saat yang sama ketika ia mengikuti audisi (gagal) untuk peran Simon Brown di film Nanny McPhee.
Dia juga berperan dalam film Petualangan Dawn Treader, seri ketiga dari film The Chronicles of Narnia. Film dimulai pada bulan Juli dan selesai pada bulan November 2009. Film ini dirilis pada tanggal 10 Desember 2010 di Inggris dan Amerika Serikat.

Keluarga

Dari sisi ibunya, Keynes berdarah Lebanon, Persia, dan Turki[6] (nama Skandar berasal dari bahasa Pashto[7] atau "Alexander" dalam bahasa Yunani, dan Iskandar dalam bahasa Arab.[8])
Dari sisi ayahnya, Keynes adalah cucu dari fisiologis Richard Keynes, keponakan dari dua profesor Cambridge; sejarawan Simon Keynes, dan pakar neurologi Roger Keynes, serta cucu dari cucu buyut ekonom John Maynard Keynes.[9][10] Kakek moyangnya adalah naturalis Charles Darwin. Sedangkan kakek buyutnya adalah penerima Penghargaan Nobel Edgar Adrian dan Hester Adrian.[11]



Kamis, 05 September 2013

Profile Emboaba Oscar


  • Name:Emboaba Oscar
  • Nationality:Brazilian
  • Date of Birth:09/09/1991
  • Height:180 cm
  • Weight:66.0 kg
  • Previous Clubs:Sao Paulo
  • Position:Midfielder
CHELSEA Oscar, full name Oscar dos Santos Emboaba Junior, who will be 21 in September, signed on 25 July 2012.
A 5ft 10in (1.79m) attacking midfielder who can also play wide, he has a reputation for good pass-and-move football, protecting the ball and choosing the right moment to play passes.
He made his debut on the opening day of the 2012/13 Premier League season, coming on as a second-half substitute despite having trained just twice with his team-mates, and displayed a previously lesser known turn of pace to add to his sharp passing game.
Oscar made his first start for the club in the Champions League draw against Juventus at Stamford Bridge, announcing his arrival in style with two strikes in the space of a couple of minutes, the second of which will live long in the memory, and since then has become a regular starter for Roberto Di Matteo's side.
His fondness for goals of the spectacular variety continued in the home game against Shakhtar Donetsk when he produced a stunning effort to score from 35 yards, while another followed in the FA Cup at Brentford.
The Brazilian certainly stood up to the physical side of the English game during his first season at the club, and reserved some of his finest form for when it mattered most.
He headed the opening goal during the 2-2 home draw with Tottenham, turned in a fantastic display, and played the full 90 minutes of the Europa League final.
Oscar finished the season having scored 12 goals.
PRE-CHELSEAHaving come through the youth system at Sao Paulo, he graduated to the first team in 2008, the same year he was part of the Brazil side that won the Under-17 World Championships. That feat had also been achieved the previous year.
His time at Sao Paulo came to an end in December 2010 with a move to Internacional, a club based in Porto Alegre in the very south of the country. In 2011 and 2012 they won the local state championship and Internacional also used Oscar as a substitute in the 2010 FIFA Club World Cup, the competition to be contested by Chelsea in December, although they suffered a shock defeat by Congolese side Mazembe.
INTERNATIONAL CAREER
Oscar, who played international football at every level from Under-15 to Under-20, made his debut for Brazil's senior side in September 2011, coming on as a substitute in a 0-0 draw against big rivals Argentina.
He made his full debut in a win over Denmark in May he scored his first international goal in June 2012, although Brazil were beaten 4-3 by Argentina in New Jersey, USA, as Lionel Messi scored a hat-trick.
Oscar's most notable moment on the international stage so far was in the final of the Under 20 World Cup in Colombia when he scored a hat-trick in a 3-2 extra-time win against Portugal.
He also played a pivotal role as Brazil clinched a silver medal at the London 2012 Olympics.
Oscar was an ever-present as Brazil clinched the 2013 Confederations Cup on home soil. The youngster starred in their opening game against Japan, laying on the third goal in a 3-0 win against Japan for Jo, while also teeing up Neymar to score with a clever pass in the 3-0 final win over Spain.